Ini Kata Bank Dunia Soal Pekerja di Indonesia Berkualitas Rendah
Menurut laporan terbarunya berjudul Pathways to Middle-Class Jobs in Indonesia, ada sekitar dua pertiga pekerjaan (66,67 persen) di Indonesia berkualitas rendah. Yang berarti bahwa Bank Dunia menyebutkan mayoritas pekerjaan di Indonesia didominasi pekerjaan yang low quality (berkualitas rendah).
Mereka juga mengatakan pekerjaan tersebut antara lain ojol, penjual warung makanan, dan pekerjaan sektor informal lain yang tidak memiliki kesesuaian gaji dengan beban kerja.
"Sebagian besar pekerjaan informal ada di sektor rumah tangga mikro, dan ini merupakan sektor dengan produktivitas terendah. Namun, mereka tetap melakukan pekerjaan yang membuat kehidupan sehari-hari mereka terus berlanjut," kata Monica (Kontributor laporang Bank Dunia) dalam konferensi pers, Rabu (30/6/2021).
Monica mengatakan, skala antara pemilik usaha dengan karyawan masih tinggi. Di tahun 2019, skala antara pemilik usaha dengan karyawan yakni 38,2% pemilik usaha dan 61,8% karyawan. Berdasarkan total karyawan tersebut, dua pertiga karyawan bekerja tanpa adanya kontrak. Akibatnya akan membuat kualitas pekerjaan menjadi rendah karena tidak membuat sejahtera para pekerja.
Adapun saran Bank Dunia yang dapat dilakukan Indonesia agar membuka jalur pekerjaan kelas menengah.
Pertama adalah meningkatkan produktivitas pada pekerjaan, perusahaan, dan sektor yang sudah ada. Caranya dengan melakukan peningkatan persaingan yang akan membuka pintu masuk dan mendorong investasi asing.
Pemerintah seharusnya perlu memperbaiki peraturan dalam negeri agar menyamakan kedudukan bagi perusahaan sektor swasta, sekaligus mendorong perusahaan membuat regulasi bisnis yang sehat.
Selanjutnya, pemerintah perlu adanya memberikan dukungan kepada UMKM. Dengan cara menghubungkan UMKM kepada pasar global dan membantunya mengambil teknologi.
"Pengenalan pasar dan pengadopsian digital akan membantu mereka berkontribusi pada pekerjaan kelas menengah. Pemerintah juga perlu memprofesionalkan 36 juta pemilik usaha mikro rumah tangga akan membantu mereka untuk bergerak lebih cepat menuju pekerjaan kelas menengah," ucap Monica.
Saran kedua adalah menyediakan perbaikan dalam kualitas pekerjaan. Dengan begitu dapat membantu para pekerja berpindah menuju kesempatan kerja yang lebih produktif dan berupah lebih tinggi.
Sarana ini berguna untuk perusahaan maupun pekerjanya. Di sisi perusahaan, pemerintah bisa mengarahkan strategi promosi investasi baru untuk menarik investor yang dapat menciptakan lapangan kerja kelas menengah.
Saran terakhir yaitu pemerintah mendukung pekerja dengan pelatihan atau re-skilling. Pemerintah dapat membantu dengan menyediakan informasi pasar tenaga kerja yang lebih komprehensif.
"Berikan sistem asuransi pengangguran yang akan membiayai para pekerja selama mereka menjalani pelatihan kembali atau re-skilling," pungkas Monica.
Sekian artikel ini semoga bermanfaat untuk kita semua.
Heras Fatin Noveiana
Manajemen
02SMJP002

Komentar
Posting Komentar